Bengkulu,reformasinews.com- Bank Indonesia( BI) Perwakilan Bengkulu berkomitmen dan bersinergi dengan Pemprov Bengkulu dan pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas inflasi serta menciptakan iklim yang sehat dan berkelanjutan.
Selain itu juga mempercepat digitalisasi ekonomi. Keberhasilan tersebut dibuktikan dengan menjadikan Provinsi Bengkulu meraih peringkat dua Se Sumatera dalam pengendalian inflasi pada tahun 2025 lalu.
Hal tersebut dikatakan Kepala BI Perwakilan Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat pada acara Disiminasi Kebijakan Bank Indonesia dan outlook Perekonomian Terkini bersama Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Bengkulu bertempat di Rumah Makan Sikabayan Kota Bengkulu, Senin 26 Januari 2026.
Dikatakan Wahyu, keberhasilan yang dicapai tersebut tentunya tidak terlepas dari komunikasi kebijakan yang konsisten, dan mudah dipahami masyarakat.
Disamping itu juga imformasi yang tepat mampu menekan potensi kepanikan publik, termasuk perilaku panic buying yang kerap memicu lonjakan harga kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Pada prinsipnya ekonomi harus baik sesuai target pemerintah sebesar 8%, jika ekonomi baik maka masyarakat akan sejahtera.
Menurut Wahyu, ketimpangan ekonomi harus ada rasio. Inflasi juga harus dikendalikan agar tidak tergerus. “Hal inilah yang menjadi perhatian Bank Indonesia saat ini. Terlebih saat ini adanya ketidakpastian geopolitik dunia yang berimbas mempengaruhi perekonomian Indonesia saat ini,” katanya.
Ditambahkan Wahyu, seperti diketahui saat ini harga emas dunia melonjak naik mencapai 70% atau kisaran 3 juta/ gramnya. Hal ini menjadi kekhawatiran orang untuk berusaha, dengan melonjaknya harga emas cukup signifikan tersebut, orang lebih tertarik untuk berinvestasi beli emas ketimbang berinvestasi yang lain.
Disamping itu,lanjut Wahyu, BI juga merespon suku bunga 4,5 %, disatu sisi BI mempertahankan stabilitas ekonomi. Jika suku bunga ketinggian orang akan malas investasi dan buka usaha, sedangkan disisi lain ekonomi harus tumbuh dan mempertahankan inflasi 2,7%.
BI saat ini mempertahankan suku bunga 4,5%-5,7%. BI Bengkulu selalu mendorong Pemprov agar memperbanyak proyek PSN di Bengkulu agar ekonomi bergerak cepat. Seperti program MBG di Bengkulu BI melihat bisa menjadi pendorong pergerakan perekonomian Bengkulu.
Lanjut Wahyu, BI Bengkulu juga tetap bersinergi dan berkolaborasi dengan PWI Bengkulu dalam mempublikasikan terkait perekonomian Bengkulu, dimana selama ini telah terjalin dengan baik oleh pimpinan BI Bengkulu sebelumnya.
Acara tersebut dihadiri Ketua PWI Bengkulu, Marsal Abadi, Sekretaris PWI Dedi Hp, Ketuà Panitia HPN Bengkulu 2026 Sahbandar serta puluhan wartawan media online.
Terkait dengan keberangkatan pengurus PWI Bengkulu untuk mengikuti agenda Hari Pers Nasional(HPN) 2026 di Provinsi Banten, Ketua PWI Bengkulu Marsal mengucapkan terima kasih kepada BI Bengkulu atas bantuan dan dukungannya.
PWI Bengkulu sekalian pamitan dengan Kepala BI Bengkulu, Wahyu dan jajarannya dimana sebanyak 30 Peserta dari PWI Bengkulu akan berangkat mengikuti agenda HPN 2026 yang akan dibuka Presiden Prabowo di Provinsi Banten pada 6-9 Februari 2026.(yrz)

