Bengkulu,reformasinews.com- Bursa Efek Indonesia( BEI) Bengkulu merangkul wartawan Bengkulu untuk menjadi investor di Pasar Modal.
Sebanyak 30 wartawan yang tergabung di grup WhatsApp BEI Bengkulu tersebut mengikuti kegiatan ‘ Sekolah Pasar Modal’ dengan tema Merdeka Finansial bertmpat di kantor BEI Jalan Asahan Padang Harapan Kota Bengkulu, Senin 2 Februari 2026.
Kepala BEI Bengkulu, Marina pada forum tersebut memaparkan materi secara lugas tentang apa itu saham, bursa efek dan pasar modal. Ia juga mengulas literasi keuangan tentang saham, dan cara menjadi investor di bursa efek untuk berinvestasi pada perusahaan yang sehat.
Dikatakannya, untuk menjadi peserta investor, dimulai dari investasi kecil dulu hingga menjadi besar.
Pemilik saham (investor) berpotensi mendapatkan keuntungan berupa dividen (pembagian laba perusahaan) dan capital gain (selisih kenaikan harga beli dan jual). Jika perusahaan untung, pemegang saham berhak menerima laba, namun jika rugi, saham bisa turun nilainya.
Menurut Marina, BEI sebagai penyelenggara perdagangan efek, sedangkan pengawasan dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, masyarakat yang ingin berinvestasi saham harus melalui jalur resmi agar terhindar dari investasi ilegal.
Oleh karena itu, ia mengajak wartawan secara individu meningkatkan literasi keuangan tentang saham dan mengedukasi bagi calon investor untuk berinvestasi melalui bursa efek. Untuk menjadi member pemula di pasar modal, 30 wartawan Bengkulu di acara ini memulai investasi sebesar Rp 50 ribu.
Marina mengilustrasikan harga emas yang sekarang melambung mencapai seratus persen. ” Kalau sebelumnya harga emas kisaran Rp 1,5 juta/gram, kini meningkat hampir Rp 3 juta/gramnya. Jika kita berinvestasi emas tentu untung dengan melonjaknya harga emas saat ini,” ujarnya.
Marina juga memberikan motivasi terhadap pengusaha konglomerat Indonesia ( sebutan sembilan naga) yang memiliki perusahaan besar di negeri ini. Para taipan ini mendominasi saham di bursa efek.
Ditambahkannya, antara BEI dan wartawan Bengkulu telah terjalin cukup baik dengan adanya grup WhatsApp.
” Melalui sinergiritas bersama wartawan tersebut sangat penting agar informasi tentang bagaimana cara beli saham di bursa efek dan pasar modal dapat tersampaikan secara luas, akurat, dan mudah dipahami oleh masyarakat,” tegasnya.
Fikri Aldiansyah yang membidangi Kisi Sukuritas BEI Bengkulu turut memberikan asupan materi tambahan pada acara tersebut, agar wartawan yang setiap hari meliput berbagai berita, dapat memahami tentang sukuritas.
Sahbandar Ketua Panitia HPN 2026 Provinsi Bengkulu yang turut hadir pada acara ini mengapresiasi peran BEI Bengkulu bersinergi dengan para wartawan pada kegitan ini.
Ia mengharapkan kerjasama ini terus berlangsung dan dibina sebagai mitra yang sudah terjalin selama ini. ” Karena para wartawan untuk menulis tentang saham dan bursa efek pasar modal jarang sekali ketimbang berita lain pada umumnya,” ujarnya.
Sahbandar juga pamit kepada Kepala BEI Bengkulu, Marina dan jajarannya, karena para wartawan yang hadir pada kegiatan ini akan mengikuti rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional yang dipusatkan di Provinsi Banten.
Melalui forum tersebut setidaknya dapat menambah literasi pemahaman dan wawasan bagi wartawan terkait menulis masalah saham,bursa efek dan pasar modal di daerah ini.(rizal)

