Mengenang Mantan Gubernur Sumsel Alex Nurdin Dimata Jurnalis Bengkulu

oleh -189 Dilihat
Mantan Gubernur Sumsel Alex Nurdin. Foto: ist

Oleh: Rizal Allba

Menjelang sore Rabu 25 Februari 2026, meninggalnya mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Palembang dan Sumsel  pada umumnya, juga dirasakan oleh para wartawan Bengkulu.

Mantan Bupati Musi Banyuasin dua periode tersebut merupakan bupati pertama di Indonesia menggratiskan biaya pendidikan dari SD,SMP dan SMA. Juga memberikan biaya pengobatan gratis di Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel ketika itu.

Gebrakan program pendidikan dan berobat gratis itu diadobsi oleh pemerintah daerah di Indonesia hingga berlanjut hingga kini.

Nama Alex Noerdin sejak menjabat bupati Banyuasin dan Gubernur Sumsel, cukup dikenal oleh kalangan wartawan Bengkulu juga masyarakat Bengkulu.

Keberhasilan Alex Noerdin memimpin Bupati Banyuasin dan Gubernur Sumsel, meninggalkan rekam jejak digital yang tak bisa dibantah dalam keberhasilannya membangun Muba dan Sumsel. Terlepas ada kekurangan yang ia miliki sebagai kepala daerah dalam menjalankan amanahnya.

Tak puas dua periode jadi Bupati Muba dan gubernur Sumsel, Alex Noerdin pun terpilih masuk Senayan menjadi anggota DPR RI. Namun nasib berkata lain, saat akan melanjutkan perjuangan yang diamanahkan oleh konsituen nya warga Sumsel, Alex tersandung hukum.

Sepuluh tahun lalu, nama Alex Noerdin santer di Kota Bengkulu. Dimana santer tersiar kabar Alex Noerdin akan mencalonkan diri menjadi Gubernur Bengkulu. Namun demikian, akhirnya Alex Nurdin ditakdirkan oleh Allah menjadi Gubernur Sumsel ketika itu. Masyarakat Bengkulu saat itu sangat berharap, Alex Noerdin jadi calon gubernur Bengkulu untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain.

Meninggalnya Alex Noerdin yang memiliki darah Lintang Empat Lawang Sumsel, meninggalkan kenangan dengan dibangunnya play over dan LRT ( kereta listrik ringan) yang menjadi kebanggan ‘ wong Kito galo’ warga Kota Palembang.

Disamping itu, Alex Noerdin juga menjadikan Sumsel tuan rumah menjadi terkenal dengan diadakannya berbagai even nasional dan internasional dalam bidang olahraga. Stadion Jakabaring Palembang menjadi saksi bisu diselenggarakannya PON di kota pempek tersebut.

” Innalilahi Wainna illaihi rojiun,” ujar wartawan senior Budi Santoso dengan meninggalnya mantan Gubernur Sumsel kepada penulis di Balai Wartawan Bengkulu sore tadi, 25 Februari 2026.

Menurut Budi Fet, sosok Alex Noerdin pada era menjadi Bupati Muba dan Sumsel cukup berhasil membangun kedua daerah tersebut.

Meninggalnya Alex Noerdin akibat sakit, juga menjadi perbincangan para wartawan lainnya di Kota Bengkulu. ” Semoga alm pak Alek Noerdin Husnul khatimah,” timpal wartawan bukitbarisan, Yanuar Rikardo yang akrab dipanggil Eko.

Penulis juga mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya mantan Gubernur Sumsel yang penuh dedikasi dalam membangun Kabupaten Muba dan Sumsel. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWA. Bagi keluarga yang ditinggalkan agar tabah dan ikhlas atas meninggalnya beliau yang sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit Sloam di Jakarta.

Selamat jalan pak Alex, namamu tetap dikenang masyarakat Muba dan Sumsel juga di Bengkulu. Alex Nurdin meninggal di usia ke 75 tahun.

Penulis : wartawan senior/ Pemimpin Redaksi media online reformasinews.com