Agenda Tahunan, BI Bengkulu Sosialisasi Literasi Fungsi dan Peran Rupiah

oleh -136 Dilihat
Kepala Bank Indonesia Bengkulu dan Jajarannya Poto Bersama Para Wartawan Pada Acara Bincang Bareng Media ( BBM) di RM Kampoeng Pesisir Pantai Panjang Bengkulu, Senin 9 Maret 2026. Foto: ist

Bengkulu,reformasinews.com- Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu memiliki agenda rutin tahunan setiap bulan puasa dan menjelang Idul Fitri  bersama media mengadakan sosialisasi literasi fungsi dan peran rupiah.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan, BI Bengkulu pada bulan puasa dan lebaran tahun ini telah menyiapkan uang tukar sebanyak Rp 2 Triliun lebih untuk kebutuhan masyarakat Bengkulu.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan rata-rata perbulan yang biasanya sekitar Rp700 miliar. Sedangkan kondisi perekonomian Bengkulu saat ini dinilai cukup stabil dan terkendali.

Hal tersebut dikatakan Wahyu pada acara Bincang Bincang Media( BBM) bertajuk “Literasi Media Terhadap Peran Rupiah Sebagai Simbol Kedaulatan Negara” dihadapan 50 an wartawan media cetak dan online bertempat di Rumah Makan Kampoeng Pesisir Pantai Panjang Kota Bengkulu,Senin 9 Maret 2026.

Dikatakan Wahyu, jika masyarakat memiliki uang lusuh yang rusak bisa ditukar ke Bank Indonesia sesuai sarat yang ditentukan ,karena rupiah sebagai simbol kedaulatan negara harus dijaga dan dirawat.

Dipaparkan Wahyu, selain itu BI juga memiliki  Program SERAMBI ( Semarak Rupiah Ramadan dan Idul Fitri) sudah kick off beberapa hari lalu. Dimana penukaran uang sebanyak 2 triliun itu untuk kebutuhan masyarakat Bengkulu menghadapi Idul Fitri 1447 Hijiriah pada tahun ini.

 BI Bengkulu juga telah memetakan penukaran pecahan uang cash kecil di 10 titik, 7 titik sudah terisi dengan kas keliling baik di Kota Bengkulu maupun di sejumlah kabupaten khususnya di lokasi Masjid Raya Bengkulu, Bandara Fatmawati Soekarno, dan Rest Srea serta di View Tower Kampung mencapai 12 ribu orang.

Dalam pertemuan tersebut, Wahyu juga memaparkan BI juga memprogramkan penanaman pohon. Sedangkan uang  lusuh limbah selama ini dimusnahkan begitu saja.

” Untuk memanfaatkan limbah uang kertas yang rusak, BI Bengkulu telah bekerjasama dengan Plan Power PT PLN  di Tanjung Enim Sumatera Selatan. BI Bengkulu edisi perdana telah mengirim sebanyak 8 ton limbah uang rusak dikirim ke Tanjung Enim. Limbah uang tersebut itu dijadikan bahan bakar pembangkit tenaga listrik di daerah tersebut,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, uang limbah yang dijadikan bahan bakar listrik itu,  memiliki kalorinya 4000 gram.” Dimana untuk 1 kilo menghasilkan 1 watt tenaga listrik. Limbah uang kertas tersebut hampir sama dengan batubara sebagai bahan bakar tenaga listrik. Karena sebelumnya uang rusak tersebut dihancurkan begitu saja,” ujarnya.

Melalui pertemuan silaturahmi dengan para media tersebut, lanjut Wahyu, diharapkan rekan media dapat memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga tentang rupiah. Wahyu juga juga menyinggung situasi geo politik dunia yang sedang bergejolak saat ini. Dimana dalam kondisi tersebut pemerintah khawatir juga terkait pasokan BBM dalam negeri.

Acara yang penuh keakraban tersebut juga dihadiri pejabat BI Bengkulu lainnya, dan pertemuan diakhiri buka puasa bersama.( rizal)

Managing editor: yusrizal