Data BPS, Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Triwulan 2024, Capai 4,55 Persen

oleh -176 Dilihat
PLT Gubernuŕ Bengkulu Rosjonsyah Saat Press Release di kantor BPS Provinsi Bengkulu. Foto: mh

Bengkulu,reformasinews.com- .Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 4,55 persen pada Triwulan Liv Tahun 2024 (year on year).

Secara kumulatif, sepanjang tahun 2024, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,62 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,28 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi tahun 2024 didorong oleh sektor administrasi pemerintahan, pertanian, kehutanan, perikanan, perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didukung oleh konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan pembentukan modal tetap bruto. Hal ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, realisasi belanja pemerintah, serta pembangunan infrastruktur di Bengkulu.

Secara regional, Bengkulu menempati peringkat kelima dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dari 10 provinsi di Sumatera pada tahun 2024.

“Angka ini mencerminkan dinamika pertumbuhan ekonomi daerah yang harus kita cermati.

Sebagai provinsi yang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kita memerlukan data yang akurat, terpercaya, dan up to date,” ujar PLT Gubernuŕ Bengkulu Rosjonsyah, didampingi Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, pada press release  statistik di kantor BPS Bengkulu pada Rabu 5 Februari 2025.

Dikatakan Rosjonsyah, bahwa Pemprov Bengkulu terus mendorong sektor strategis, seperti pertanian, pariwisata, perikanan, dan industri kecil menengah, sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

“Kami juga terus berupaya meningkatkan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberikan kemudahan bagi investor,”kata Risjonsyah yang juga Wagub Bengkulu ini.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk terus bekerja sama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurut mantan Bupati Lebong ini, tanpa sinergi dari berbagai pihak, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak akan berjalan maksimal.(rr)