Oleh : yusrizal
Bank Indonesia( BI) Perwakilan Bengkulu tahun 2025 ini Optimisme Pertumbuhan ekonomi Bengkulu membaik dari tahun sebelumnya . Dan UMKM pun diharapkan naik kelas serta go export mendukung pertumbuhan ekonomi berkualitas.
Walaupun kondisi ekonomi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian, Bank Indonesia( BI) Perwakilan Bengkulu, optimisme prekonomian Provinsi Bengkulu ke depan akan lebih baik.
Dimana Provinsi Bengkulu memiliki sumberdaya alam(SDM) seperti batubara, karet, sawit dan kopi. Batubara merupakan ekspor utama, disusul karet dan sawit atau CPO dan komoditi lainnya.
Ungkapan tersebut dikatakan Kepala Bank Indonesia(BI) Perwakilan Bengkulu, Wahyu Yuhana Hidayat pada forum Capacity Building yang diikuti 34 wartawan ekonomi Bengkulu bertempat di Hotel Sepanak, kota Curup 25-26 Mei 2025.
“Kondisi ekonomi secara nasional pada triwulan I tahun 2025 , dimana BPS merilis PDRB Provinsi Bengkulu, melihatnya kita berbesar hati angkanya 4,84. Ini angka yang relatif tinggi. Karena, pertama dilihat dari sektor pertanian( padi) di dalam negeri melimpah secara nasional termasuk di Bengkulu,” kata Wahyu.
2025 Kondisi Ekonomi Bengkulu Diprediksi Satabil
BPS Provinsi Bengkulu juga menyebut pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada tahun 2024 mencapai 4,6 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2023.
Produk Domestik Regional Bruto( PDRB) Provinsi Bengkulu atas dasar berlaku pada tahun 2024 mencapai Rp 103,99 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2110 mencapai Rp 54,45 triliun.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada triwulan I 2025( Y- on-Y) mencapai 4,84 persen. Secara umum, BPS merilis ekonomi Provinsi Bengkulu pada tahun 2025 diprediksi akan stabil dengan potensi pertumbuhan dikisaran 4,2-5,0 persen.
Hal ini didorong berapa faktor seperti ramadan dan panen padi, serta revitalisasi pelabuhan Pulau Baai
Alasan Wahyu, urat nadi perekonomian itu erat kaitannya dengan infrastruktur. Diumpamakannya, ibarat orang kena kolestrol ini kan berbahaya. Seperti terjadinya pendangkalan alur pelabuhan Bengkulu yang imbasnya terjadi kelangkaan distribusi BBM. Ini tentu mempengaruhi biaya tranfortasi barang.
Untuk mensiasati persoalan tersebut, pihak BI Perwakilan Bengkulu selalu melakukan komunikasi dengan Pemprov Bengkulu untuk mendorong masalah infrastruktur ini.
Menurut Wahyu, karena ini urat nadi perekonomian, dimana terjadinya pendangkalan alur pelabuhan. Akibatnya terhambatnya distribusi BBM yang membuat antrian kendaraan panjang.
Pada tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Bengkulu tumbuh positif. Terutama ekspor batubara disusul karet dan sawit.
Tahun 2025 ini juga inflasi Bengkulu sebesar 0,96 persen.
UMKM Terus Maju dan Berkembang
BI perwakilan Bengkulu dalam perannya terus membina dan mengembangkan dan membangkitkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah( UMKM).
Salah satu UMKM binaan BI Bengkulu yang meraih peringkat nasional dan nominasi pameran word coffe, yakni ‘ Lestari Coffe’ rebusta usaha milik Supriyadi di Desa Dataran Tinggi Rejang Lebong.
Untuk melihat dari dekat usaha Lestari Coffe, rombongan wartawan ekonomi yang ikutan pada acara Capacity Building di Kota dingin Curup, sempat mengadakan wawancara dengan Supriyadi dimana awal memulai usahanya.
Intinya, Supriyadi dan istrinya sangat berterima kasih atas bantuan peralatan rosting dan bimbingan BI Perwakilan Bengkulu hingga usaha kopi yang digelutinya punya branding di kanca nasional.
Pada gelaran Capacity Building tersebut, selain Kepala BI Perwakilan Bengkulu, Wahyu, juga para wartawan ekonomi mendapat materi masalah sosialisasi Qris dan penggunaanya sebagai alat sistim pembayaran pada era digitalisasi saat ini. Sosialisasi ini disampaikan pemateri Hendry Wahyudi juga dari BI.
” BI Perwakilan Bengkulu telah mensosialisasikan Qris ini ke kampus- kampus di Bengkulu. Sasarannya, selain mahasiswa pemuda yang berusia 18-35 tahun. Juga sosialisasi ke media termasuk FB, YouTube, DM Wa,” kata Hendry.
Untuk menghindari korban penipuan, pihak BI juga mengedukasi masyarakat jangan menggunakan data pribadi di nomor PIN ATM. Sebaiknya gunakan nama dan tanggal lahir orang tua, atau anak untuk sandinya. Disamping itu jangan membagikan data pribadi kepada orang lain.
Atas kejadian tersebut, menurut data BI Bengkulu sudah ada empat korban yang melapor ke BI. Uang sudah ditranfer , tapi tidak masuk rekening yang dikirim.
Terkait hal ini, tentu pihak BI hanya memfasilitasi konsumen yang menjadi korban penipuan, tapi tidak bisa mengganti kerugian.
Selain itu, pada acara penuh makna ini, Rahmad dari BI juga menjelaskan tentang mengenal dan cinta rupiah. Juga menyangkut kerusakan uang rupiah yang bisa atau tidak untuk diganti.
Biar wartawan ekonomi Bengkulu lebih paham menulis tentang ekonomi, BI juga menghadirkan dua Nara sumber dari media Kontan Jakarta, yakni Adinda Ade Mustani dan Tri Artining Putri.
Melalui agenda Capacity Building ini, Kepala BI Perwakilan Bengkulu optimis perekonomian Bengkulu ke depan akan lebih baik.
Untuk itu, peran media khususnya peserta pelatihan wartawan ekonomi Bengkulu memberikan nilai positif untuk menulis berita sesuai fakta dan perkembangan ekonomi Bengkulu di media masing-masing.
” Terlebih, agenda ini memperkuat dan memperkokoh antara Pihak BI Perwakilan Bengkulu dan wartawan. Dimana pihak BI pun percaya dimana wartawan ini menjadi media yang sangat strategis,” harapan kepala BI Bengkulu, Wahyu. Wassalam.
Penulis wartawan reformasinews.com

