Sahit Penjual Es Dawet Ayu Rauf Uang Rp 400 Ribu/Hari

oleh -465 Dilihat
Sahit Penjual es dawet ayu . Foto: Rizal Allba/reformasinews.com

Bengkulu,reformasinews.com- Sahit( 68) memiliki jiwa pantang menyerah untuk mencari nafkah yang penting halal untuk memenuhi kebutuhan sehari hari bagi keluarganya.

Ia setiap hari dari pagi hingga sore jualan es dawet ayu di persimpangan Jalan Nusa Indah Sekip Kota Bengkulu.

” Rata rata setiap hari mendapat uang Rp 400 ribu,kadang sampai Rp500ribu perhari kalau ramai pembeli. Pada perayaan Tabut yang digelar pada 1-10 Muharam penghasilan meningkat setiap hari karena banyak masyarakat yang menonton acara yang digelar oleh KKT Bengkulu.

Es dawet ayu dijual Rp 6000/ gelas besar,” ujar Sahit kepada reformasinews.com, Selasa 8 Oktober2025.

Menurutnya, es dawet ayu yang dijual nya tidak mengunakan bahan pengawet. ” Murni gula aren kental, campur tapai ketam itam, tapai ubi kuning,dawat dan air santai plus batu es,” ujar Sahit yang memilih lima anak asal Lintang Empat Lawang, Sumsel ini.

Dikatakannya, gula aren yang dijadikan campuran es dawet ayu ini, dari Kota Curup Rejang Lebong. reformasinews.com mencoba pesan satu gelas rasa es dawet ayu mang Sahit ini makyos.

Pernah jualan di lokasi objekwisata Pantai Panjang ? .” Kalau jualan di Pantai Panjang belum pernah karena disana sepi. Di sini saja jualan es sudah delapan tahun ini. Pembeli setiap hari cukup banyak,” ujarnya.

“Anak saya satu kuliah, juga ada yang sudah berkeluarga. Tinggal satu lagi yang masih sekolah,” kata Sahit yang tinggal di Jalan Sekip Kota Bengkulu ini.

Terimah Kasih dengan Baznas Provinsi Bengkulu

Pengakuan Sahit sebelum menjual es dawet ayu,pekerjaan yang pernah dilakoninya kulih bangunan dan pengumpul barang rongsokan.

Menurutnya, jualan es lebih santai ketimbang kerja bangunan dan pencari barang rongsokan.

” Alhamdulillah saya berterima kasih kepada Baznas Provinsi Bengkulu yang memberikan gerobak untuk jualan es. Ada juga teman yang mendapat gerobak jualan gorengan dan bakso ,” katanya sambil melayani pembeli.

Sahit mengaku, kalau mau beli gerobak semacam ini harganya kisaran Rp 4 juta. ” Kalau aku mau beli, mano o duitnyo( mana duitnya). Bantùan gerobak dari Baznas ini sangat membantu usaha saya,” ujarnya mengakhiri obrolan.( rizal)