Sambut Bulan Ramadhan, TPID Bengkulu Gelar Pasar Murah

oleh -155 Dilihat
PLT Gubernuŕ Bengkulu Rosjonsyah Berdialog dengan Petugas Pasar Murah. Foto: ist

Bengkulu,reformasinews.com- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu menggelar pasar  menjelang Ramadan dan Idulfitri 1446 Hijriah.

Pasar murah l ini dibuka Pelaksana Plt Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, pada Selasa pagi (18/2) di halaman Dekranasda Bengkulu.

Pasar murah ini menawarkan berbagai komoditas pangan dengan harga terjangkau dibandingkan harga pasar.

Seperti bawang merah, yang biasanya dijual dengan harga Rp 45 ribu per kilogram, di pasar murah dijual hanya Rp 30 ribu per kilogram. Begitu pula dengan daging ayam potong, dari harga pasar sekitar Rp 28 ribu per kilogram, kini hanya Rp 25 ribu per kilogram.

Juga tersediah cabai merah Rp 30 ribu perkg. Minyak goreng juga mengalami penyesuaian harga dengan selisih Rp 500 hingga Rp 2.000 per kemasan, tergantung merek dan isi kemasannya.

Rosjonsyah menegaskan bahwa program pasar murah ini merupakan langkah strategis dalam pengendalian inflasi, mengingat inflasi Bengkulu saat ini masih berada di atas rata-rata nasional, yakni 1,33% year on year (YoY).

“Tantangan dalam mengendalikan inflasi masih cukup besar. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan agar stabilitas makroekonomi Bengkulu tetap terjaga, terutama di tengah proses pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Dikatakan Rosjonsyah, sektor makanan, minuman, tembakau, pakaian dan alas kaki, perumahan, air, listrik, serta bahan bakar menjadi penyumbang utama inflasi di Bengkulu. Oleh karena itu, pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Sebagai Ketua TPID Bengkulu, Rosjonsyah juga meminta agar produk yang dijual di pasar murah mengutamakan produk lokal unggulan yang memiliki ciri khas daerah. Program ini akan dilaksanakan secara merata di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

“Tadi saya diberi tahu teman ada pasar murah, jadi datang ke sini lihat-lihat harga. Memang lebih murah dibanding pasar biasa. Saya sudah beli telur, sekarang mau cari minyak goreng dan bumbu dapur,” kata Mei salah seorang pembeli.

Pasar murah ini melibatkan berbagai instansi, di antaranya Bank Indonesia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Perum Bulog, Biro Perekonomian, Dinas Peternakan, Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga, Satgas Pangan, Polres Kota Bengkulu, serta Satpol PP Provinsi Bengkulu.(ed/rr)