Bengkulu,reformasinews.com- Setelah dilantik menjadi Gubernur Bengkulu oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025, Helmi Hasan akan membenahi aset Pemprov Bengkulu yang terbengkalai.
Seperti mess milik Pemprov Bengkulu yang berada di kawasan wisata Tapak Paderi Kota Bengkulu tersebut akan diserahkan Gubernur Helmi ke Pemkot Bengkulu.
Mes milik Pemprov Bengkulu yang berada di kawasan objekwisata Tapak Padri Kota Bengkulu ini kondisinya kini tak bertuan atau terbengkalai.
Mes ini dibangun oleh Gubernur Bengkulu Agusrin pada tahun 2007. Saat dilantik jadi Gubernur ketika itu, Agusrin meluncurkan proyek multiyears( tahun jamak) dengan anggaran APBD provinsi tak main main sebesar Rp 563 miliar.
Bangunan mess tersebut terdiri dari dua bangunan. Bangunan pertama berlantai empat, dan bangunan bagian depan kontruksinya berbentuk oval. Usai dibangun, mess tersebut telah dilengkapi prabotan layaknya seperti hotel berbintang.
Jika bangunan mess Pemprov tersebut diserahkan ke Pemkot Bengkulu, sangat tepat karena berada di Kota Bengkulu. Apalagi walikota Bengkulu kini dijabat oleh Dedy Wahyudi rekan sejawat Gubernur Helmi sewaktu memimpin kota Bengkulu sebelumnya.Tentu untuk kordinasinya lebih cepat.
Seperti yang telah dilansir reformasinews.com beberapa waktu lalu,entah apa alasannya selesai dibangun,pasca Agusrin lengser terjerat kasus jadi gubernuŕ, bangunan yang cukup Megah ini tidak ditempati atau digunakan oleh Pemprov Bengkulu.
Junaidi Hamsyah yang tadinya wakil gubernur era Agusrin, ditunjuk menggantikan posisi susa jabatan Agusrin sebagai gubernur. Saat jadi gubernuŕ, Junaidi sempat melakukan penawaran kepada investor nasional untuk mengikuti lelang mes Pemprov untuk mengelolah dijadikan hotel.
Selain peserta perusahaan dari Jakarta, ada juga peserta lelang dari Bengkulu. Singkat cerita perusahaan lokal Bengkulu PT. sekotong yang memenangkan tender mes Pemprov ini, dianulir oleh Gubernuŕ Ridwan Mukti yang baru beberapa bulan menjadi gubernur memenangi Pilkada mengantikan Junaidi Hamsyah yang juga seorang ustad di daerah ini. Infonya sewaktu itu dikarenakan PT. Sekotong tidak berpengalaman dibidang perhotelan.
Pantauan pada bangunan mes pemprov Bengkulu memang sayang kalau tidak dimanfaatkan. Karena lama terbengkalai beberapa bagian sisi bangunan sudah banyak rusak, seperti flapon dan lainnya.
Salah seorang ibu setengah baya yang berjualan disekitaran mes Pemprov Bengkulu, ketika diminta tanggapan sangat menyangkan bangunan yang megah ini tidak difungsikan.
” Oh ya, kami yang tinggal dan berada di lingkungan mes ini kalau bisa pemerintah daerah merehap dan mengunakan gedung ini. Kan, sayang kalau bangunan mes ini tidak digunakan,” ujar ibu tersebut kepada reformasinews.com.
Gubernuŕ Bengkulu Rohidin Mersyah beberapa tahun lalu kepada wartawan sempat mengatakan akan segera memperbaiki mes Pemprov tersebut.Namun hingga 2024 lalu kondisi mess tak pernah diperbaiki.
Dengan diserahkannya pengelolaan Mess Pemprov oleh Gubernur Helmi ke Walikota Bengkulu, masyarakat optimis bangunan empat lantai ini akan mendapatkan masukan PAD bagi Kota Bengkulu ke depannya. Karena, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi telah memilki pengalaman menjadi wakil walikota Bengkulu mendampingi Helmi Hasan lima tahun lalu. (rizal)


