Tertipkan PKL, Walikota Bengkulu Dedy Ditemui Pedagang di JK. KZ Abidin

oleh -11 Dilihat
Walikota Dedy Berdualong Dengan PKL di Jalan KZ Abidin Kota Bengkulu, Jum'at 9 Januari 2026.

Bengkulu,reformasinews.com – Walikota  Bengkulu Dedy Wahyudi berupaya terus menata para pedagang kaki lima yang berjualan tidak sesuai aturan.

Dedy turun ke lapangan meninjau para pedagang di Jalan KZ Abidin hingga kawasan Mega Mall mendapat, Jum’at 9 Januari 2026.

Saat meninjau wilayah tersebut, Dedy mengadakan dialog dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di badan jalan dan trotoar.

Kunjungan tersebut bukan untuk menutup usaha masyarakat, melainkan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam menata kawasan pusat kota agar lebih tertib, aman, dan nyaman.

Ia pun mengajak para pedagang untuk beralih berjualan ke Pasar Minggu maupun Pasar Tradisional Modern (PTM) yang telah disiapkan pemerintah.

Dikatakan Dedy, bahwa pemerintah tetap berpihak pada penguatan ekonomi rakyat, namun aktivitas perdagangan harus dilakukan di lokasi yang sesuai peruntukannya. Menurutnya, pasar yang tersedia saat ini memiliki fasilitas yang memadai serta lebih aman bagi pedagang dan pembeli.

Alasannya bahwa keberadaan lapak di bahu jalan kerap menimbulkan risiko kecelakaan serta memicu kemacetan, terutama di kawasan KZ Abidin yang merupakan salah satu titik lalu lintas padat di Kota Bengkulu. Selain itu, penataan kawasan dinilai penting untuk menjaga estetika kota sekaligus mendukung sektor pariwisata.

Menanggapi kekhawatiran pedagang terkait ketersediaan tempat, Dedy pun memastikan bahwa lapak di Pasar Minggu dan PTM masih mencukupi. Pemkot, kata dia, siap memfasilitasi proses perpindahan agar para pedagang dapat berjualan di lokasi yang lebih tertata dan terlindungi dari cuaca.

Pendekatan persuasif kembali dikedepankan dalam upaya ini. Meski demikian, Dedy mengingatkan bahwa aturan mengenai ketertiban umum tetap harus dijalankan demi kepentingan bersama.

Pemerintah bersama OPD terkait akan terus melakukan pengawasan agar trotoar dan badan jalan dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.*