Bengkulu,reformasinews.com- Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Rio Capella mengkritisi kebijakkan Gubernur Helmi Hasan yang akan menjadikan View Tower di lapangan merdeka itu dijadikan tiang bendera tertinggi di Indonesia.
” Saya belum tahu masalah tersebut,” ujar Rio menjawab pertanyaan wartawan di Bengkulu, Senin 23 Juni 2025.
Menurutnya, itu tidak mungkin. Karena membangun tiang benderah setinggi 100 meter itu butuh teknologi dan juga faktor kekuatan anginnya.
Kalau memang Gubernur Helmi Hasan mau membuat’ Ikon’ agar Bengkulu mau dikenal orang datang ke Bengkulu ada tiang bendera paling tinggi, paling bagus, apakah itu salah, tidak untuk sebuah ikon.
Pertanyaan apakah momen itu saat ini tepat? ” Saya rasah ikon sebuah kota menjadi ikonik, jika infrastruktur dasarnya sudah baik, ketika masyarakat sudah menikmati jalan bagus jalan mulus. Kemudian, jika pelayanan rumah sakit sudah standar nasional,” kata Rio.
Disamping itu juga, apakah pendidikan sudah memiliki standar kualifikasi. Baru kemudian masuk ketahap berikutnya.” Jangan sampai nanti kemampuan rumah kita masih gubuk, tapi kita sudah beli mobil mercy. Boleh ngak kita beli mobil mercy, ya boleh, tapi infrastruktur dasarnya sudah lengkap”
Menurut Rio, kalau Gubernur Helmi Hasan ada niat membangun tiang bendera tertinggi di Indonesia, itu perlu pertimbangkan baik- baik. Karena, ada hal- hal yang perlu diprioritaskan di Provinsi Bengkulu ini.
Yang perlu dilihat itu bagaimana situasi dan kondisi infrastruktur dasar, baik jalan, bendungan dan irigasi. Ini belum tergambar untuk mengurangi angka kemiskinan di daerah ini.
Angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu ini tidak pernah bergerak. Tidak juga maju dan juga tidak juga mundur.” Jadi, pemerintah itu harus punya sasaran. Misalnya, kalau jadi gubernur, bupati dan walikota, dalam pikiran mereka itu sudah ada apa yang harus dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan itu.
Apa sebab masyarakat Bengkulu ini miskin? Ditegaskan Rio, itu harus dihitung. Kalau adngka kemiskinan itu ada pada tingkat petani kopi, mungkin biaya angkut kopi mahal. Sehingga inflasi tinggi. Harga biaya angkut tadinya 15 ribu, karena jalan jelek, biaya angkutnya menjadi 159 ribu. Nah, kira-kira kira seperti itu.
Oleh karena itu, Rio harapkan ini harus dibikin tim pengkajian. Karena semua dana yang dimiliki Provinsi Bengkulu yang terbatas ini bisa dirasakan oleh semua masyarakat. Tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan.
Terkait Gubernuŕ Helmi akan membangun tiang benderah tertinggi,” itu tidak mengeyangkan masyarakat. Juga tidak menjadikan rakyat itu lebih cerdas juga tidak menjadikan masyarakat menjadikan rakyat lebih sehat.
” Kecuali kalau kita bikin tiang bendera setinggi 100 meter itu rakyat Bengkulu sehat, langsung naik gaji. Idak juga,” kata Rio.
Oleh karena itu, kata Rio harus dipikirkan, bukan tidak boleh. Namun momennya tidak tepat. ” Kan sasaran pembangunan itu harus jelas. Efisiensi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo itu untuk mengurangi pengeluaran yang tidak efektif.
Untuk itu, Gubernur Helmi Hasan adik saya itu perlu mempertimbangkan ulang untuk hal- hal kegiatan yang sifatnya serimonial. Kemudian yang sifatnya spekulatif tanpa tujuan yang jelas. Rakyat kini menunggu legecy dari seorang Helmi Hasan.
“Jadi intinya, jangan uang yang dikumpulkan termasuk dana fokir itu dibangun menara. Kalau untuk empat tahun lagi boleh saja,” tegas Rio Capella yang kini diberi mandat oleh Ketum DPP Partai Haru, Oesman Sapta Odang, menjadi Waketum DPP Partai Hanura. ( yusrizal)

