Jakarta,reformasinews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digugat guru honorer ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Mereka menilai gara-gara MBG, gaji PPPK paruh waktu di bawah honorer karena terjadi pemotongan anggaran pendidikan.
Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Mendikdasmen Abdul Mu’ti, program MBG tidak mengurangi anggaran pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dia memastikan seluruh program strategis pendidikan tetap berjalan dan bahkan terus diperluas.
“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujar Mendikdasmen pada Kamis (19/2).
Penegasan tersebut disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hidayana, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta kepala daerah di Provinsi Jawa Timur.
Mendikdasmen menjelaskan bahwa pada 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dengan tingkat realisasi pembangunan yang telah mencapai 93 persen.
“Tahun 2025 realisasi program revitalisasi sekolah mencapai 93 persen. Ini bukti bahwa komitmen negara terhadap perbaikan infrastruktur pendidikan tetap kuat,” tegas Mendikdasmen Abdul Mu’ti dilansir JPNN.
Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan akan terus dilaksanakan dan diperluas pada 2026.
Anggaran revitalisasi yang sudah tercantum dalam APBN sebesar lebih dari Rp14 triliun dan akan dialokasikan bagi 11.474 satuan pendidikan.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga berencana memberikan tambahan anggaran revitalisasi bagi 60 ribu satuan pendidikan.
“Sehingga total kalau sudah masuk ke dalam APBN, kami usulkan tahun ini kita akan ada revitalisasi untuk 71 ribu sekian satuan pendidikan,” ujarnya.
Selain revitalisasi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa anggaran pendidikan juga dialokasikan secara konsisten untuk program strategis lainnya. Program Digitalisasi Pembelajaran tetap berjalan, bantuan pendidikan bagi peserta didik tidak dikurangi, dan pelatihan guru terus digingkatkan.
“Semua ini berjalan beriringan,” cetusnya.
Mandikdasmen juga memastikan bahwa anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa SD, SMP, SMA, hingga SLB tidak dikurangi. Tahun ini, bahkan akan ada tambahan PIP bagi murid TK.
“Untuk 2026 ini akan ada (tambahan) dana PIP untuk murid TK sebanyak Rp450 ribu per tahun. Tahun ini akan kita alokasikan untuk 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia,” ungkap Mendikdasmen.
MBG merupakan bagian strategis dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia sekolah. Berdasarkan pemutakhiran data per 18 Februari 2026, Program MBG telah menjangkau 280.023 satuan pendidikan dengan 43,17 juta peserta didik penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Kalau kita lihat sekarang, satuan pendidikan yang menerima manfaat MBG sudah mencapai ratusan ribu, dan murid penerima manfaatnya lebih dari 43 juta. Ini menunjukkan bahwa MBG memiliki pengaruh yang sangat positif dan nyata,” ujar Mendikdasmen.
Dia menekankan bahwa MBG tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian tak terpisahkan dari Program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, yang mencakup kebiasaan hidup sehat, beribadah, gemar belajar, hingga bermasyarakat. Kebijakan MBG merupakan bagian tak terpisahkan dari program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat. Makan bergizi bukan hanya soal nutrisi, tetapi bagian dari pembentukan karakter.
Dalam mendukung keberhasilan MBG, Kemendikdasmen juga memperkuat sarana dan prasarana pendidikan. Sepanjang 2025, Kemendikdasmen telah melakukan pembangunan dan rehabilitasi 14.591 toilet di 11.490 satuan pendidikan serta pembangunan dan rehabilitas 6.686 ruang UKS di 6.686 satuan pendidikan.
“Toilet, ruang UKS, dan sarana pendukung lainnya adalah bagian dari upaya kami membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat. Ini semua menjadi fondasi penting bagi keberhasilan program MBG,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti.*


