Semarang,reformasinews.com- PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah kembali mempekerjakan mantan karyawannya.
Sebanyak 150 eks karyawan Sritex kembali dipekerjakan sebagai karyawan transisi.
Mereka direkrut untuk melakukan pemeliharaan dan memastikan aset-aset Sritex tetap terjaga nilainya.
Direktur Umum Sritex Group, Supartodi menjelaskan, pada masa transisi ke pemilik baru, kurator meminta pengamanan aset perusahaan.
Empat orang petinggi perusahaan pun ditunjuk sebagai penanggung jawab dalam tugas ini.
“Sesuai perintah kurator saya, dengan pak Bagus, Ali, dan Andri untuk mengamankan aset sementara ini,” kata Supartodi, dikutip dari Kompas.com.
Pengamanan aset ini bertujuan untuk menjaga nilai aset, seperti gedung, kendaraan dan mesin-mesin yang masih ada di Sritex.
“Ini aset jangan sampai turun nilainya. Jangan sampai mau digunakan oleh pemilik baru, mesinnya rusak. Itu tidak boleh. Termasuk kendaraan, kita jaga asetnya,” tambahnya.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, Supartodi mengajukan 150 orang eks karyawan untuk melakukan pemeliharaan.
“Sementara ini kita ajukan sekitar 150-an, nanti kita komunikasi lagi dengan kurator berapa. Itu masih bisa naik atau turun, nanti kami komunikasikan dengan kurator,”
“Tugasnya maintenance, pengamanan, dan kebersihan. Mesin harus bersih, kalau tidak bersih tidak bisa dipakai,” jelas Supartodi.
Meski begitu, belum tahu seberapa lama eks karyawan tersebut akan dipekerjakan.
“Belum tahu, itu nanti kurator. Karena semuanya sudah jadi kurator semua. Kita hanya koordinasi,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, kurator akan menanggung gaji mereka.
“Itu dari kurator. Yang jelas mereka menyampaikan kurator yang menggaji, tapi saya belum bisa menyampaikan berapanya. Yang jelas gaji dari kurator,” tutupnya.
Seorang petugas keamanan, Basuki Rudi, menceritakan, dari 149 sekuriti lama, hanya 25 orang saja yang kembali direkrut untuk mengamankan aset selama masa transisi.
“Tugas kita menjaga aset selama masa transisi ini berlangsung sampai batas waktu belum ditentukan,” ujarnya.
“Untuk gaji, sama tim kurator baru dirapatkan dengan pimpinan kita,” tutup Basuki.
Diketahui, Sritex resmi ditutup pada 1 Maret 2025.
Ribuan buruh pun terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengaku telah memiliki opsi untuk mengatasi persoalan karyawan yang kena PHK ini.
Mengutip TribunSolo.com, ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan untuk menampung karyawan yang kena PHK dari Sritex.
“Nanti kita vokasi. Jadi artinya kita akan siapkan BLK (Balai Latihan Kerja),”
“Saya sudah koordinasi dengan tingkat kementerian untuk kita lakukan penanganan,” terang Ahmad Luthfi, Jumat (28/2/2025).
Ia mengatakan, buruh Sritex yang kena PHK akan ditampung di perusahaan lain di Jawa Tengah.
“Mereka yang terkena PHK akan ditampung perusahaan lain di Jateng yang mungkin membutuhkan,” katanya.
Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi lonjakan angka pengangguran di Jateng usai ribuan karyawan Sritex kena PHK.
“Kita tampung (PHK Sritex) sehingga Jateng tidak terlalu banyak yang terkait dengan pengangguran,” tutupnya.
Diwartakan sebelumnya, Iwan Kurniawan Lukminto (wawan) selaku Dirut PT Sritex mengungkapkan kesedihannya.
“Kondisi terkini sekarang menjadi hari terakhir kita berada di sini (Sritex),”
“Kami sangat berduka sekali karena ini adalah momentum yang historical. Di mana 58 tahun kita bisa berkarya dan sangat sedih sekali berpisah semuanya,” terang Wawan, dikutip dari TribunSolo.com, Jumat (28/2/2025).
Ia juga menyebut bahwa akan beristirahat terlebih dahulu setelah PT Sritex resmi ditutup.
“Kami akan istirahat dulu. Saya terutama akan istirahat dulu, kita nanti akan lihat nanti seperti apa,” paparnya.**


