Bengkulu,reformasinews.com- Anggota DPRD Provinsi Dapil Kota Bengkulu, Suharto dari Fraksi Grindra jaring aspirasi masyarakat saat reses bertempat di kediamannya Kelurahan Kebun Beler Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu, Kamis 3 Juli 2025.
Suharto mengucapkan terima kasih kepada konsituennya yang telah hadir memenuhi undangannya.
“Pada tahun 2025 dimana situasi dan kondisi ekonomi saat ini, para pelaku ekonomi UMKM para pedagang bakso, pedagang bahan bangunan, pedagang Hp dan lainnya terjadinya pengurangan pendapatan,” katanya.
Adanya keluhan- keluhan pendapatan tersebut hasil saat kami melakukan penelisiran di lapangan. Ini wajib kami sampaikan kepada masyarakat. Yang lebih penting lagi bahwa adanya pengaruh besar adanya pengerukan alur pelabuhan Pulau Baai yang belum maksimal yang dilakukan oleh Pelindo.
“Kita juga tidak bisa menyalakan pihak Pelindo, karena sindimen pasir di alur cukup padat beda dari pelabuhan lain . Disamping itu keterlambatan datangnya kapal keruk. Keterlambatan itu dikarenakan kapal keruk tadinya masih kerja di tempat lain.
Ini tentunya menimbulkan dampak yang signifikan untuk peningkatan ekonomi yang ada,” kata Suharto.
Jadi, yang jelas terkait hal tersebut tidak lepas dari kebijakkan pemerintah. Dimana pemerintah pusat juga masih melakukan efisiensi yang telah mengeluarkan amanat Inpres nomor 1 tahun 2025.
” Hal ini juga dijabarkan oleh Pemprov Bengkulu yang notabene sampai saat ini saya belum mengerti sampai sejauh mana pengembangan pembangunan APBD ini tentu sama- sama kita lihat,” ujarnya.
Oleh karena itu, Suharto menghimbau kepada masyarakat sabar bahwa dinamika ini adanya pemerintahan baru. Tetapi jangan sampai menindas masyarakat .
” Saya yakin, kedepan ekonomi kita akan lebih baik, dimana kita diuji perlu kesabaran dimana banyak ekonomi stagnan.
Kasihan masyarakat, dan kita harus semangat mensiasati masalah ini. ,”tegas Suharto yang juga Ketua DPD Partai Grindra Provinsi Bengkulu ini.( rizal)


