Bengkulu,reformasinews.com– Wajah kawasan wisata Pantai Panjang kini mengalami perubahan signifikan. Destinasi pantai dikeluhkan masalah sampah dan penataan yang semrawut, kini menunjukkan transformasi positif setelah adanya pendelegasian wewenang pengelolaan dari Pemerintah Provinsi kepada Pemkot Bengkulu.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepercayaan Gubernur kepada jajaran pemerintah kota untuk menata ikon wisata tersebut secara langsung.
Pantai Panjang yang dulu terkesan “berantakan” kini telah berangsur bersih dan tertata.
“Alhamdulillah Pantai Panjang sekarang sudah berangsur bersih. Kami melihat bus-bus pariwisata mulai rutin berdatangan membawa wisatawan,” ungkap Dedy, Kamis (5/3/6).
Salah satu strategi utama dalam menjaga kebersihan pantai adalah melalui gerakan gotong royong massal yang diadakan secara rutin setiap hari Jumat atau Minggu. Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak kecamatan, hingga perangkat RT dan RW di sekitar kawasan pantai.
Dedy menegaskan bahwa budaya bersih-bersih ini sebenarnya sudah dilakukan oleh Pemkot Bengkulu jauh sebelum adanya instruksi terbaru dari pusat.
Namun, ia menyambut baik karena aksi nyata di daerah ini ternyata selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kebersihan lingkungan dan destinasi wisata nasional melalui program seperti Gerakan Indonesia ASRI.
Selain kebersihan, Pemkot Bengkulu juga mulai melakukan penataan fisik, termasuk rencana relokasi pedagang dan penyediaan fasilitas pendukung seperti gazebo permanen agar area pantai tidak lagi terlihat kumuh oleh tenda-tenda liar.
Pemerintah berharap dengan kondisi pantai yang nyaman, citra Bengkulu sebagai destinasi wisata unggulan akan semakin kuat di mata nasional maupun internasional.(if/rzl)

