Sering Laporan Palsu, Damkar Kota Bengkulu Siaga Layani Laporan Masyarakat 24 Jam

oleh -72 Dilihat
Yuliansyah Petugas Damkar Kota Bengkulu. Foto: if

Bengkulu,reformasinews.com– Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Bengkulu memastikan seluruh personel tetap siaga penuh selama 24 jam dalam menghadapi setiap laporan yang masuk dari masyarakat.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Bengkulu Yuliansyah.

Meskipun laporan palsu atau panggilan iseng masih kerap terjadi, Yuliansyah menyatakan bahwa hal tersebut tidak menyurutkan kesiapan petugas di lapangan. Menurutnya, setiap informasi yang diterima tetap diperlakukan sebagai kondisi darurat demi menghindari risiko yang lebih besar.

“Bagi kami tidak ada istilah memilih laporan. Semua tetap kami respons dengan cepat, karena kami tidak bisa memastikan kebenarannya sebelum dilakukan pengecekan langsung di lapangan,” ujar Yuliansyah.

Ia menjelaskan bahwa meski laporan iseng mulai menurun seiring meningkatnya pemahaman masyarakat, kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas utama. Mengabaikan satu laporan saja berpotensi menimbulkan dampak fatal jika kejadian tersebut ternyata benar-benar terjadi.

“Walaupun ada laporan palsu, itu tidak memengaruhi kesiapan kami. Personel tetap standby 24 jam, dan setiap laporan langsung kami tindak lanjuti sesuai prosedur. Kami lebih memilih untuk memastikan langsung daripada mengambil risiko,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yuliansyah mengimbau masyarakat agar tidak menunda pelaporan ketika menemukan indikasi kebakaran, sekecil apa pun sumber api yang terlihat. Kecepatan informasi sangat menentukan keberhasilan penanganan dan pencegahan meluasnya api.

“Jangan menunggu api besar baru melapor. Ketika ada tanda-tanda kebakaran, segera hubungi Damkar. Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat pula kami bisa melakukan penanganan dan meminimalisir kerugian,” jelas Yuliansyah.

Ia juga menambahkan bahwa masih banyak warga yang enggan melapor karena menganggap api sudah padam. Padahal, petugas perlu memastikan kondisi benar-benar aman guna menghindari potensi kebakaran ulang (bara yang menyala kembali).

“Kami tetap siaga penuh di berbagai pos agar respons cepat dapat menjangkau seluruh wilayah. Apapun laporannya, pasti kami tindak lanjuti. Itu sudah menjadi tanggung jawab kami,” pungkasnya.(if/rr)