Polda Bengkulu Gelar Upacara Hari Juang Polri Perdana

oleh -192 Dilihat

Bengkulu,reformasinews.com- – Kepolisian Daerah Bengkulu menggelar Upacara Hari Juang Polri di lapangan Anton Soejarwo, Polda Bengkulu, Rabu 21 Agustus 2024.

Upacara dipimpin Kapolda Bengkulu Irjen. Pol. Anwar, S.I.K., M.Si, sementara Komandan Upacara diemban oleh AKBP. Letjen Haloho.

Pada acara tersebut turut dihadiri  Wakapolda Bengkulu, PJU Polda Bengkulu, Danlanal Bengkulu, Kasipers Kasrem 041/Gamas, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu, Wakajati Bengkulu dan Purn Polri.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Anuardi S.I.K M.SI CPHR menjelaskan, upacara Hari Juang Polri ini merupakan upacara kali pertama ditetapkan setiap tanggal 21 Agustus sesuai dengan Keputusan Kapolri Nomor: KEP/95/I/2024 tanggal 22 Januari 2024. Dalam upacara tersebut dibacakan sejarah singkat Hari Juang Polri dan pembacaan Naskah Proklamasi Polri.

“Ini merupakan upacara perdana yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Polda termasuk Polda Bengkulu.

Harapannya dengan dilaksanakan upacara ini dapat menjadi penyemangat bagi kami para generasi muda Polri dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat,” ucapnya.

Peringatan Hari Juang Polri tak terlepas dari sejarah tanggal 21 Agustus 1945, Tentang Proklamasi Polisi merupakan sikap cinta tanah air dan keberanian yang luar biasa dari seorang M. Yasin dan pasukannya yang bertekad menyatukan semangat dan patriotisme.

Proklamasi Polisi tersebut merupakan salah satu yang menjadi tonggak pendorong keberanian masyarakat Indonesia khususnya wilayah Surabaya dan Jawa Timur serta daerah-daerah lainnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda / sekutu demi mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Peristiwa 10 Nopember 1945 merupakan peristiwa besar yang sampai dengan saat ini diperingati sebagai Hari Pahlawan tentunya tidak lepas dari peran seorang Komjen Pol Purn M. Yasin.

Lanjut Kabid Humas Polda Bengkulu, pada pertempuran di surabaya yang berlangsung kurang lebih satu bulan ( oktober – nopember ) dan kemudian dikenal dengan sebutan Pertempuran 10 Nopember tersebut merupakan peristiwa yang sangat mempengaruhi seluruh masyarakat Indonesia untuk mempertahankan Kemerdekaan RI.(rl/rr)