Aktifkan Risma di Seluruh Masjid, Walikota Siapkan Hadiah Berangkat Umrah

oleh -8 Dilihat
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi( jubah hitam). Foto: ist

Bengkulu,reformasinews.com – Salah satu pesan penting yang disampaikan oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dalam sambutannya saat mengikuti salat Tarawih malam pertama Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung At-Taqwa adalah ajakan untuk mengaktifkan Remaja Islam Masjid (Risma) di seluruh masjid di Kota Bengkulu.

Ini salah satu cara untuk memakmurkan masjid dan menghindari para remaja dan pemuda dari kegiatan-kegiatan negatif dan kegiatan yang tidak ada manfaatnya.

Bahkan Dedy mengatakan Pemkot Bengkulu akan mengadakan lomba Risma se-Kota Bengkulu, dimana Risma terbaik dan ter-aktif di masjidnya akan diberikan hadiah berupa umrah gratis.

“Pemkot akan melaksanakan program, yakni mengaktifkan Risma di seluruh masjid di Kota Bengkulu. Maka Insya Allah nanti kita akan lombakan. Kita siapkan hadiah umrah agar anak-anak muda kita semangat dalam memperdalam ilmu agama,” kata Dedy.

Alasan kenapa Risma harus dihidupkan atau diaktifkan di setiap masjid, lanjut Dedy karena saat ini yang terjadi di Kota Bengkulu banyak sekali anak-anak dan para remaja yang salah pergaulan. Maka ini menjadi PR bersama.

“Ini PR kita bersama. Saat ini anak-anak dan cucu-cucu kita banyak yang salah pergaulan. Ada anak usia SMP yang kedapatan melakukan pencurian, kemudian ada anak SMP yang nekat melakukan penusukan, kita juga menyaksikan anak-anak genk motor yang rata-rata usia SMP dan SMA. Ada anak-anak yang ngelem, ada juga anak yang menceburkan diri dalam sungai karena badannya panas akibat kebanyakan menelan pil Samkodin,” terang Dedy.

Belum lama ini, di salah satu kelurahan ada juga ditemukan anak usia SMA yang menjadi pengguna aplikasi prostitusi. Maka Dedy mengajak semua masyarakat untuk sama-sama lebih peduli.

“Kita harus lebih peduli, jangan cuek, tolong peduli dengan lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil pengecekan tim kesehatan, ada 1.200 lebih pengidap virus HIV, ini karena salah pergaulan dan karena maraknya praktik prostitusi. Maka mulai sekarang kita harus peduli. Kalau kita tidak peduli lonjakan HIV akan terus bertambah,” ujar Dedy.

Terkhusus kepada Ketua RT, RW, Lurah dan Camat, Dedy minta lebih peka dan lebih peduli di lingkungannya. Melalui Risma, Dedy berharap dapat meningkatkan iman dan ilmu agama agar anak-anak tidak terjebak dalam prostitusi.

“Tugas pemerintah bukan hanya membangun fisik tapi juga membangun non fisik, seperti membangun kepribadian dan akhlak yang baik kepada anak-anak. Sekali lagi saya sampaikan kepada pak RT, lurah dan camat agar lebih peduli,” demikian Dedy.(rr)