Bengkulu,reformasinews.com- Komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Bengkulu dalam mendukung program unggulan “Bantu Rakyat” terus diperkuat di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Program yang digagas Gubernur Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian ini diupayakan tetap berjalan optimal melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam rapat evaluasi pelaksanaan program Bantu Rakyat bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Sekretaris Daerah Herwan Antoni menegaskan bahwa dukungan ASN memiliki peran krusial dalam keberhasilan program tersebut.
“Evaluasi kita mencakup dukungan ASN, dalam hal ini OPD, terhadap program strategis nasional maupun kinerja khusus sesuai arahan kepala daerah, yakni program unggulan Bantu Rakyat,” ujar Herwan usai memimpin rapat di Ruang Merah Putih Kantor Gubernur, Senin (20/4).
Ia menjelaskan, di tengah efisiensi anggaran, OPD didorong untuk memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD), baik dari sektor pajak, retribusi, maupun zakat.
Program Bantu Rakyat yang dijalankan melalui skema non-APBD saat ini telah mencakup sejumlah kegiatan sosial, di antaranya sedekah nasi bungkus (Sinabung), zakat profesi ASN, sedekah dan infak harian, serta program orang tua asuh.
Selain itu, pembinaan mental dan spiritual ASN juga diperkuat melalui kegiatan Retret Merah Putih.
“Program-program ini sudah berjalan dan terbukti sangat membantu. Untuk itu, harus terus dimaksimalkan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tambah Herwan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bengkulu juga tengah mengkaji penerapan zakat sebesar 2,5 persen bagi pelaku usaha sebagai bagian dari optimalisasi penghimpunan dana sosial keagamaan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas Provinsi Bengkulu, Romli bin Ronan, mengungkapkan bahwa zakat profesi dari ASN telah mencapai sekitar Rp800 juta per bulan.
“Zakat yang terkumpul dari ASN di Provinsi Bengkulu jumlahnya sekitar Rp800 juta tiap bulan. Dana tersebut akan disalurkan kepada delapan asnaf, yaitu fakir, miskin, amil, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil,” jelasnya.*

