Bengkulu,reformasinews.com- Komisi Pemilihan Umum( KPU) Provinsi Bengkulu menetapkan gubernur dan wakil gubernur Bengkulu terpilih hasil pilkada tahun 2024.
Penetapan pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih priode 2025-203, Helmi Hasan- Mian, pada rapat peleno yang dipimpin Ketuà KPU Provinsi Bengkulu Rusman Sudarsono di Aula Kantor KPU Jalan Kapuas Lingkar Barat Bengkulu, sore Kamis 9 Desember 2025.
Rapat peleno tersebut dihadiri Forkopimda, yakni Kapolda Bengkulu, perwakilan Danrem 045 Gamas, Kajati Dan Lanal, Asisten I Setprov Bengkulu Khairil Anwar serta dihadiri LO dari gubernur dan wakil gubernur terpilih.
Wartawan Kecewa Dilarang Masuk
Pada saat acara pleno penetapan gubernur dan wakil gubernuŕ Bengkulu, para wartawan sempat mengambil poto saat Ketuà KPU memulai rapat.
Namun, setelah para wartawan media cetak dan elektronik mengambil poto, mereka disuruh keluar oleh pegawai KPU yang berada didepan pintu
Entah apa sebabnya wartawan dilarang masuk kembali. Anehnya, katanya wartawan dilarang masuk, tapi ada beberapa wartawan lain dibolehkan masuk. Kejadian ini mungkin kurangnya koordinasi pihak KPU dengan stafnya.
Suasana kurang bersahabat tersebut juga dialami Safran dari wartawan MetroTV. ” Kami ini media TV mau ambil visual kecuali media cetak dan online,” ujar Safran protes petugas KPU, lantaran dirinya tidak boleh masuk meliput langsung pleno penetapan gubernuŕ dan wakil gubernur Bengkulu terpilih.
Pantauan reformasinews.com, acara yang selanjutnya akan diadakan confrensi Pers oleh KPU Provinsi Bengkulu tidak jadi. Karena kecewa, para wartawan hanya mewawancarai Asisten I Sekprov Khairil Anwar ketika mau naik ke mobilnya. (rizal)


