Bengkulu,reformasinews.com- Menjelang Pilkada serentak yang akan digelar pada 27 November 2024 termasuk di Provinsi Bengkulu.
Oleh karena itu perlu adanya pemahaman bagi masyarakat untuk menangkal berita hoax yang berkaitan dengan Pilkada.
KPU Provinsi bersama Media Independen Online( MIO) Bengkulu mengadakan Sosialisasi Antisipasi Menangkal Berita Hoax Jelang Pilkada 2924 bertempat di salah hotel di Kota Bengkulu, Senin 14 Oktober 2024.
Kegiatan tersebut diawali laporan Ketuà Panitia, Eko dan dilanjutkan oleh sambutan Ketuà MIO Bengkulu Evanisah.
Sebagai narasumber pada kegiatan ini menghadirkan dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu ( UMB) Elfahmi Lubis dan Iyut Dwi Marsito dari MAPINDO Bengkulu.
Elfahmi Lubis dihadapan 60 para peserta yang dihadiri dari mahasiswa Universitas Bengkulu( UNIB), UMB, universtas Dehasen, UIN Bengkulu dan para dosen, memaparkan konstalasi politik di Bengkulu mulai panas dan meningkat saat ini.
Untuk itu, Fahmi menghimbau khususnya kepada mahasiswa yang hadir untuk membantu KPU mensosialisasikan kegiatan ini kepada masyarakat agar tidak termakan berita bohong. Ia juga mengajak para pemilih pemula dengan bijak pada Pilkada mendatang,untuk pilihannya.
Fahmi berharap Pilkada di Bengkulu, pemilihan gubernuŕ, wakil gubernuŕ,bupati dan wakil bupati dan walikota, berjalan demokrasi dan damai.
” Jika ada pelanggaran ditemukan oleh mahasiswa jelang pilkada, laporkan ke Bawaslu,” tegas Fahmi.
Dari data menyebutkan pada Pilkada yang akan digelar pada 27 November mendatang sekitar 60 persen pemilihnya generasi muda atau mahasiswa serta generasi melenial.
Acara yang digelar ini mendapat aplus oleh para mahasiswa. Berbagai pertanyaan tentang issu – issu jelang Pilkada dilontarkan oleh penanya baik itu berita hoax termasuk issu money politic menjelang pemilihan kepala daerah.
Fahmi Lubis degan gamblang dan elegan menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh para peserta sosialisasi.(rizal).


