Retret Dilarang Bawa Ajudan, 17 Kepala Daerah tak Hadir, Ada Apa?

oleh -172 Dilihat
Wamendagri Bima Ariya.foto: rdrbogor

Reformasinews.com – Para kepala daerah (kada) terpilih telah menuntaskan pengecekan kesehatan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Senin (17/2).

Kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan jelang pelantikan serentak di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (20/2) dan retret di Magelang pada 21-28 Februari.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya mengatakan, dari 962 kepala daerah dan wakilnya yang akan dilantik, ada 17 orang yang berhalangan hadir karena berbagai alasan.

Mereka akan mengikuti tes kesehatan susulan di Magelang.

Dikutif dari radarbogor, Bima mengatakan, hasil pengecekan kesehatan akan menjadi dasar dalam menentukan aktivitas fisik di Magelang.

Mereka yang memiliki riwayat operasi dalam 6 bulan terakhir, misalnya, akan mendapat catatan khusus.

“Karena kesehatan yang utama,” ujarnya.

Secara umum, para kepala daerah dalam kondisi sehat.

Secara umum, para kepala daerah dalam kondisi sehat.

Kalaupun ada catatan, adalah angka kolesterol yang tinggi. Ini dialami oleh sekitar 30 persen kepala daerah.

“Ada juga yang angka asam urat dan kadar gula agak sedikit di atas,” imbuhnya.

Setelah tes kesehatan, hari ini para kepala daerah akan melaksanakan gladi kotor pelantikan di Monas.

Lalu dilanjutkan dengan gladi bersih pada Rabu besok. Total ada 481 kepala daerah yang akan dilantik di Istana.

Jumlah itu tidak termasuk kepala daerah asal Aceh yang sudah dilantik lebih dahulu berdasarkan UU Keistimewaan Aceh.

Ditemui usai pengecekan, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku kondisi kesehatan dirinya dan I Nyoman Giri Prasta cukup baik.

Dia menyatakan siap mengikuti pelantikan ataupun pembekalan di Magelang.

“Nggak ada persiapan khusus. Karena saya lima tahun jadi gubernur tidak pernah sakit,” ujarnya.

Terkait kesiapan perlengkapan, Koster mengaku akan mengikuti arahan Kemendagri.

Khususnya terkait dengan kostum.

Dia mengaku sudah diminta mempersiapkan pakaian olahraga, batik untuk ramah tamah, hingga PDL kepala daerah.

“Baju pertama waktu datang itu pakai baju PDL. PDL-nya seragam Pol PP, kayak Pol PP kita,” imbuhnya.

Koster menilai, pembekalan kepala daerah adalah hal baik.

Khususnya untuk membangun spirit kebangsaan, menyamakan visi, serta membangun keakraban antardaerah.

Persiapan serupa dilakukan gubernur terpilih Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Andi mengatakan, dalam retret nanti pihaknya sudah mendapat informasi jika semua aktifitas harus dilakukan sendiri.

Sebab, para peserta dilarang membawa ajudan atapun keluarga.

“Handphone masih boleh dibawa, ajudan tidak boleh,” jelasnya.

Persiapan lainnya relatif tidak banyak. Hanya pakaian dan kesiapan fisik.

Andi mengaku, dari hasil pengecekan kesehatan, kondisinya cukup siap dan normal.

“Mungkin hanya kolesterol agak sedikit tinggi,” kata dia.**