Sinergi Pemprov dan BI, Wagub Mian : Inflasi Bengkulu Kategori Zona Hijau

oleh -78 Dilihat
Pemprov Bengkulu Bersama Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, TPID dan Para Bupati Walikota Pada Acara HLM bertempat di ruang Plaserbaguna Pemprov 16 Maret 2026. Foto: Yusrizal/,reformasinews.com

Bengkulu,reformasinews.com-Pemprov Bengkulu bersama Bank Indonesia(BI) Perwakilan Bengkulu dan Tim Pengendali Inflasi Daerah( TPID) Provinsi flashback kondisi inflasi Provinsi Bengkulu pada Februari dan Maret 2026.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengatakan, inflasi Bengkulu saat ini masih berada pada kategori zona hijau.

Dimana, posisi inflasi Bengkulu pada bulan Februari 2026 berada pada level 3,88 persen year-on-year atau masih dalam kategori zona hijau.

Hal tersebut dikatakan Mian pada acara High Level Meeting( HLM) bersama Bank Indonesia(BI) Perwakilan Bengkulu dan Tim Pengendali Inflasi Daerah( TPID) Provinsi Bengkulu berlangsung di ruang Polaserbaguna Pemprov, Senin 16 Maret 2026.

Dikatakan Mian, capaian inflasi 3,38 persen(y-o-y) tersebut tentunya dari peran Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu, seluruh sektor yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta dukungan kepala daerah yang aktif turun untuk memantau ketersediaan bahan pokok di lapangan.

Mian juga menekankan pentingnya penguatan sektor komoditas sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini perlu diselaraskan dengan kegiatan ekonomi daerah yang berbasis konsep 4K.

Komoditas harus dimaksimalkan melalui berbagai upaya dan aksi pemerintah di bidang ekonomi pada tahun 2026. “Hal ini perlu disinergikan dengan kegiatan rutin pemerintah berbasis 4K agar stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah proses pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Wagub Mian berharap agar stabilitas inflasi di Bengkulu tetap terjaga pada zona hijau. Disamping itu kepala daerah di kabupaten dan kota diminta aktif memantau ketersediaan stok bahan pokok menjelang Idulfitri.

Lanjut Mian, ada beberapa hal yang perlu ditekankan untuk para bupati dan walikota dalam menghadapi Ramadan dan Idulfitri 1447 H, yaitu melakukan monitoring serta mengantisipasi risiko perubahan cuaca ekstrem, serta memastikan ketersediaan stok pangan, terutama menjelang Idulfitri.

Ditempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat menambahkan apa yang telah diungkapkan oleh Wagub Mian.

Bahwa tren positif inflasi yang telah dicapai Provinsi Bengkulu saat ini perlu terus dijaga dan terus dipertahankan.” Dengan demikian ke depan Bengkulu tetap menjadi catatan ditingkat nasional,” kata Wahyu seraya menambahkan tahun 2025, Provinsi Bengkulu meraih terbaik dua pengendalian inflasi di wilayah Sumatera.

Menurut Wahyu,bahwa perekonomian saat ini juga dipengaruhi dinamika global dan kondisi geopolitik dunia, fluktuasi nilai tukar, serta kenaikan harga energi dapat memicu tekanan inflasi.

“Faktor eksternal seperti kenaikan harga impor dan bahan bakar memang bisa mempengaruhi inflasi daerah. Namun berbagai langkah pengendalian yang dilakukan TPID mampu menjaga stabilitas harga,” kata Wahyu.

Dikatakannya, seperti beberapa harga komoditas penting seperti cabai, daging sapi, dan ayam ras masih relatif stabil.

Selain itu, produksi sejumlah komoditas juga mengalami peningkatan. Produksi cabai merah, bawang merah, hingga sektor perikanan tangkap menunjukkan tren yang semakin positif.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekprov Bengkulu Herwan Antoni, Asisten II TA Deny, perwakilan Kejati Bengkulu, pihak perbankan, Irwasum Polda Bengkulu, perwakilan Korem Gamas, para bupati dan walikota, para Kepala OPD dijajaran Pemprov Bengkulu dan pelaku UMKM di daerah ini.(rizal)