Bengkulu,reformasinews.com- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kematian paling tinggi setiap tahun di Indonesia, pertama stroke sebanyak 300 ribu, kedua jantung 260 ribu, ketiga kanker 230 ribu dan keempat kematian disebabkan penyakit ginjal.
Hal tersebut dikatakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin didampingi Wagub Mian, PLT Dirut RS M.Yunus pada Press Conference di rumah sakit tersebut, Rabu 17 Desember 2025.
Ini adalah penyakit- penyakit penyebab kematian utama.” Nah untuk stroke, saya ingin seluruh kabupaten/ kota di 2027 bisa menangani diagnosisnya bisa pakai CT Scan, dia bisa pakai angiografi.
Kemudian bisa melakukan tata laksananya untuk stroke yang mampet ada yang namanya isemik dia bisa pakai turbektomi untuk di 514 kabupaten/kota,” ujar Menkes Budi.
Sebelum jumpa pers, Menkes meninjau pelayanan RSUD M Yunus Bengkulu bersama Wakil Gubernur Bengkulu Mian dan Anggota DPR RI Eko Kurnia Ningsih.
Menkes mengunjungi sejumlah ruangan pelayanan RSUD M Yunus, khususnya layanan bagi pasien penderita pendarahan otak dan stroke.
Sementara itu Wagub Mian mengatakan bahwa pelayanan RSUD M Yunus harus benar-benar optimal mulai tahun depan. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan dapat mengalokasikan anggaran yang memadai untuk peningkatan pelayanan di RSUD M Yunus.
“Pada 2026 paling tidak ada intervensi. Kami mohon anggaran yang cukup optimal untuk Rumah Sakit Umum M Yunus. Ini yang paling teknis, karena akan ada dokter baru yang bertugas dan melayani pasien dengan lebih optimal di rumah sakit ini,” kata Mian.
Menanggapi usulan Wagub tersebut, Menkes Budi menegaskan tahun 2027 Provinsi Bengkulu akan mendapatkan sejumlah bantuan, terutama terkait alat kesehatan.
“Saya sudah berdiskusi dengan pak gubernur dan pak wagub. Kita akan mengirim dewan pengawas untuk memperbaiki tata kelola RSUD M Yunus. Bantuan alat kesehatannya juga akan diberikan.
Peralatan tersebut yakni MRI (Magnetic Resonance Imaging) akan didapatkan, patologi akan diperkuat, dan high-speed drill untuk bedah juga akan tersedia,” ujar Menkes.
Usai meninjau RSUD M Yunus, Menkes pamitan melanjutkan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Sungai Lemau Benteng di Kabupaten Bengkulu Tengah.(yrz)

