Palembang,reformasinews.com — Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi Sumsel menjadi destinasi Wisata Kesehatan (Health Tourism). Hal ini ditegaskan dalam rapat pengembangan Road to Sumatera Selatan Health Tourism di Ruang Rapat Gubernur, Senin (12/1/2026).
Gubernur menekankan bahwa strategi ini bertujuan ganda: menarik wisatawan medis ke Sumsel sekaligus menekan angka masyarakat yang berobat ke luar negeri.
“Kita harus mencari opsi yang memungkinkan orang datang ke Sumsel. Layanan kesehatan unggulan harus dibarengi dengan pelayanan prima, kecepatan, serta biaya yang terjangkau,” ujar Herman Deru. Ia secara khusus menyoroti kesiapan RSUD Siti Fatimah yang dinilai sudah memiliki fasilitas lengkap dan tinggal memerlukan promosi masif.
Dilansir sumselprov.go.id, fokus Layanan Unggulan RSUD Siti Fatimah telah menyiapkan tiga layanan utama yang diajukan ke Kemenkes, yaitu: Kardiovaskuler, Ortho Sport & Rehabilitasi Medik serta Medical Check Up.
Kesiapan Fasilitas RSUD Siti Fatimah kini berstatus Tipe A dengan dukungan tenaga spesialis/subspesialis dan infrastruktur modern Sinergi Lintas Sektor Kerja sama antara Dinas Kesehatan dan Dinas Kebudayaan & Pariwisata untuk mengintegrasikan layanan medis dengan kenyamanan kota dan aksesibilitas penerbangan, Strategi Promosi Mengoptimalkan tagline “Sumsel Wonderful 2030” sebagai payung besar promosi wisata, termasuk sektor kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, menambahkan bahwa pengembangan ini juga mencakup peningkatan akses kesehatan di fasilitas primer hingga tersier, perbaikan sanitasi, serta pelatihan SDM kesehatan guna menjamin kenyamanan wisatawan medis.
Dengan modal kondisi daerah yang kondusif dan fasilitas yang mulai memenuhi standar internasional, Sumsel optimistis mampu menjadi magnet baru wisata kesehatan di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan nasional.(rr)


