Pertemuan ini menjadi ajang penting dalam membangun sinergi antara pemerintah kota dengan organisasi keagamaan, sekaligus memperkuat komitmen menjadikan Palembang sebagai kota yang harmonis, toleran, dan damai.
Ketua PGI Kota Palembang,Pendeta Tomuan Simarmata dalam kesempatan itu menyampaikan sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Salah satunya adalah rencana kunjungan PGI Pusat ke Palembang pada awal Desember mendatang.
Kunjungan tersebut akan dirangkaikan dengan perayaan Natal serta sejumlah kegiatan kebudayaan dan keagamaan.
“PGI Pusat juga menyoroti Sumatera Selatan, khususnya Palembang, yang selama ini dinilai berhasil menjaga kerukunan antarumat beragama. Yakni Zero Konflik dan kami akan memberikan apresiasi khusus kepada Wali Kota Palembang sebagai Bapak Toleransi 2025,” ujar Ketua PGI.
Ia menambahkan, apresiasi ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan terhadap kepemimpinan Wali Kota Ratu Dewa yang dinilai mampu menciptakan iklim kondusif di tengah keberagaman masyarakat.
“Hasil survei internal kami menunjukkan umat Kristen di Palembang sangat aktif dan positif dalam mendukung kebijakan pemerintah. Ini adalah bukti nyata bahwa toleransi berjalan dengan baik di kota ini,” lanjutnya.
PGI juga menggagas lomba karikatur bertema toleransi yang ditargetkan dapat menghimpun hingga 5.000 karya.
Kegiatan ini akan disatukan dengan agenda kunjungan PGI Pusat, sehingga diharapkan bisa menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat.
“Di Indonesia, penghargaan semacam ini tidak banyak diberikan. Tokoh yang pernah mendapat apresiasi serupa adalah almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Tahun 2025, kami ingin Palembang menjadi salah satu pusat inspirasi toleransi di Indonesia,” tegas Ketua PGI.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan dan inisiatif PGI.
Menurutnya, sinergi pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang inklusif dan damai.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada PGI Kota Palembang atas perhatian dan dukungannya. Terkait undangan Desember nanti, insyaAllah akan kami agendakan melalui Bagian Protokol.
Ide lomba 5.000 karikatur ini juga sangat menarik, karena bisa menjadi ruang kreativitas masyarakat sekaligus memperkuat pesan toleransi,” ujar Ratu Dewa.
Pada kesempatan ini, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah kota tetap memprioritaskan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
“Saat ini fokus utama kami adalah menurunkan angka kemiskinan, memperbaiki rumah yang tidak layak huni, dan menekan angka stunting pada anak.
Program-program ini penting agar pembangunan yang kita lakukan benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah. Di sisi lain, tentu saja kami akan terus mendukung kegiatan yang sejalan dengan semangat kebangsaan dan toleransi,” kata Dewa dikutif dari pemkot.go.id.
Audiensi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi.
Baik pemerintah maupun PGI sepakat bahwa Palembang harus menjadi teladan kota yang damai, sejuk, dan penuh toleransi, tanpa meninggalkan agenda pembangunan yang pro-rakyat.
“Palembang adalah kota dengan keberagaman yang luar biasa. Jika semua pihak bersatu menjaga harmoni, maka bukan hanya toleransi yang terjaga, tapi juga kesejahteraan masyarakat bisa kita wujudkan bersama,” tegas Ratu Dewa.*

